Menjadi seorang Pemimpin bukanlah perkara mudah, karena selain tanggung jawab yang berat, seorang Pemimpin sejati harus memiliki berbagai macam kemampuan tentang Kepemimpinan. Selain banyak hal tersebut diatas, hal penting lainnya yang dapat digunakan untuk menunjang Kepemimpinan adalah “Gengsi Kepemimpinan”.
Menurut fakta, semakin tinggi tingkat Kepemimpinan seseorang didalam organisasi, maka semakin tinggi-lah Gengsi dari Pemimpin tersebut. Atau jika menggunakan istilah statistik, tingkat Kepemimpinan berbanding lurus dengan Gengsi Kepemimpinan
.
Misalnya sebelum menjadi pemimpin, biasanya seseorang tidak memikirkan gengsi-nya untuk bertindak “bebas” (misalkan, duduk lesehan ditempat umum dengan teman-teman untuk merasakan nikmatnya rujak manis)
Tapi setelah menjadi Pemimpin, seseorang harus berpikir 1000 kali untuk bertindak “bebas” seperti contoh diatas. Ketika ditanya alasannya, GENGSI / JAGA IMAGE (Jaim) menjadi alasan yang utama
Yang menarik disini adalah, dengan “membunuh rasa Gengsi / Ja-Im nya”, para pemimpin handal justru mendapat dukungan yang sangat kuat yang dinamakan “People Power”
. Efeknya, jika didalam organisasi, dukungan / loyalitas staf kepada Pemimpinnya sangat kuat, bukan tidak mungkin organisasi tersebut akan sangat mudah diarahkan ke arah yang lebih baik sesuai visi misi sang Pemimpin. Wow … Fantastis !
Jika begitu, mengapa masih banyak orang yang mengaku Pemimpin, tapi tidak mampu “membunuh Gengsi/ Ja-Im” nya sendiri? Atau mungkin orang – orang seperti ini lebih layak disebut sebagai Pimpinan daripada Pemimpin
Bagaimana dengan metode Kepemimpinan anda sekarang? Apakah anda mengarah ke arah menjadi Pemimpin sejati atau justru kearah menjadi seorang Pimpinan dengan Gengsi dan Jaga Image yang berlebihan
.
Salam,

14 comments
October 1, 2007 at 11:57 pm
Tips Menjadi Pemimpin Handal 10 « Kepemimpinan
[...] Teratas KepemimpinanTips Menjadi Pemimpin Handal 09Tips Menjadi Pemimpin Handal 07Tips Menjadi Pemimpin Handal 08Tips Menjadi Pemimpin yang Handal [...]
October 8, 2007 at 4:09 pm
uwie
Memimpin tanpa memimpin. Seperti Daodejing aja
. Tanpa gengsi (yang berarti tanpa kepentingan pribadi yang harus djaga), pemimpin bukan saja menjadi sama dengan yang dipimpin, tetapi menjadi “lebih rendah” dari yang dipimpin karena ia tidak menempatkan diri ataupun memihak pada satu bagian dari keseluruhan (organisasi atau apapun yang dipimpin). “Bekerja” pun bisa dibilang tidak (karena tidak adanya posisi spesifik yang diambilnya). Ia menjadi “bukan apa-apa”. Tapi justru karena menjadi “lebih rendah” dan “bukan apa-apa” itu ia mampu menyatukan seluruh organisai, karena itulah ia menjadi seorang pemimpin.
Begitu, atau bukan begitu?
Btw, salam kenal, nice blog!
October 10, 2007 at 12:41 am
jimgun
Dear Uwie,
Wow, pendapat yang bagus. Ya, kurang lebih seperti itulah kehidupan seorang pemimpin
Sukses buat Uwie.
Salam kenal dan salam hangat dari kepemimpinan.wordpress.com
February 6, 2008 at 1:30 pm
Minun
pemimpin memang harus mengerti apa yang dimaksud dengan kepemimpinan. pemimpin yand jaim siap -siaplah untuk ditinggalkan anggotanya. sebab pepmimpin itu adalah teladan bagi yang dipimpin.
nah sebenarnya apa maksud handal dari sebuah kepemimpinan itu. akan lebih baik kita rubah menjadi pemimpin profesional, sebab pemimpin profesional sudah pasti handal sedangkan handal belum tentu profesianal.
February 6, 2008 at 1:34 pm
Minun
pemimpin memang harus mengerti apa yang dimaksud dengan kepemimpinan. pemimpin yang jaim siap -siaplah untuk ditinggalkan anggotanya. sebab pepmimpin itu adalah teladan bagi yang dipimpin.
nah sebenarnya apa maksud handal dari sebuah kepemimpinan itu. akan lebih baik kita rubah menjadi pemimpin profesional, sebab pemimpin profesional sudah pasti handal sedangkan handal belum tentu profesianal.
February 13, 2008 at 12:32 am
jimgun
Tepat sekali. Hanya kata profesional sekarang ini semakin bergeser. Misalnya: Banyak orang yang mengatakan tempat A (baru dibangun) adalah pusat grosir di Jawa Timur, eh ternyata itu hanya slogan yang tidak diikuti kenyataan.
Demikian juga untuk seorang yang mengatakan dirinya profesional, tetapi kenyataannya tidak diikuti dengan buktinya
Semoga kedepan, benar seperti yang saudara Minun katakan, bahwa yang profesional pasti handal.
salam,
jimgun
February 13, 2008 at 1:16 am
Tips Menjadi Pemimpin Handal 14 « Kepemimpinan
[...] Tulisan Teratas KepemimpinanTips Menjadi Pemimpin Handal 13Tips Menjadi Pemimpin Handal 12Tips Sukses Berkomunikasi 05Tips Sukses Berkomunikasi 04Contoh nyata Pemimpin yang mempunyai PENGARUHTips Sukses Berkomunikasi 03Tips Menjadi Pemimpin yang Handal 02Tips Menjadi Pemimpin Handal 07Tips Menjadi Pemimpin Handal 09 [...]
April 20, 2008 at 4:23 am
salomos
tips yang bagus.terus kembangakan agar generasi kita menjadi pemimpin yang sejatu.
April 20, 2008 at 11:09 pm
jimgun
Terima kasih rekan salomo, saya yakin, komentar anda membuat semua pemimpin atau calon pemimpin yang membaca menjadi berkobar-kobar semangatnya untuk dapat terus menjadi pemimpin handal dalam setiap tanggung jawab yang diembannya.
Komentar anda juga sangat mirip dengan tips saya yang ini.
matur sembah suwun,
salam kenal
August 1, 2008 at 2:37 pm
slamet riyadi
Hebat bess artikelnya, salam kenal terlebih dahulu
Pemimpin sejati adalah pemimpin yang mampu mengayomi,menyemangati, dan mengembangkan anak buahnya dalam situasi dan kondisi apapun.heheheheee…oke bess sekali lagi salam kenal
August 20, 2008 at 12:12 am
ween
bukankah pemimipin yang baik harusnya memulai segalanya dari nol. Otomatis untuk mencapai posisi puncak, kemampuan seorang calon pemimpin bakal diuji di medan pertempuran. Jadi calon pemimpin yang baik adalah siapapun yang memulainya dari bagian paling bawah.( bener ataw salah yang penting eksist. Hehe) salut buat tips2 nya.
November 3, 2008 at 11:02 am
Adi Moer
Inga-Inga,
Ing ngarso sung Tulodho, Ing Madya mbangu Karso, Tut wuri Handayani, bukan begitu? Kayaknya ini ilmu kepeminpinan yang sangat filosofis, dualem banget. Bravo buat Ki Hajar, Bravo Buat Blog ini. I loved it, I’ll (never) leaved it. Pokoke, Iso, Karso, Rosa
November 5, 2008 at 10:50 pm
jimgun
Saya sangat setuju dengan pendapat dari rekan Adi Moer tentang Tut wuri Handayani. Terima kasih atas pendapatnya tentang blog ini. Selamat juga saya ucapkan karena anda telah berhasil mempraktekkan jurus kungfu tingkat tinggi dalam kepemimpinan yang pernah saya ulas di artikel sebelumnya.
January 17, 2009 at 9:03 am
japemethe
Pemimpin yang baik disamping merakyat juga harus mendengar aspirasi rakyat.Jangan sampai merakyat dalam rangka mencari dukungan untuk popularitas semata.Kedekatan dengan rakyat akan jauh lebih bermakana seandainya proses pengambilan keputusan atau pola kepemimpinannya didasarkan oleh jeritan rakyat.
Leadership is action,not mastering the concept. Great concept in great system is meaningless unless it is applied.
Nice blog.Mugi rahayu tansah pinanggih