Kepemimpinan

Tips Sukses Berkomunikasi Untuk Menjadi Pemimpin Handal

Tips Menjadi Pemimpin Handal 13

Posted by jimgun on December 9, 2007

Dont Do ItJika dalam tips-tips sebelumnya, semua tips berisi “anjuran”, maka artikel kepemimpinan kali ini akan berisi sesuatu yang tidak seharusnya dilakukan oleh seorang pemimpin yang handal :D   .

Didalam komunikasi organisasi ada 2 faktor yang paling utama yang seringkali menjadi patokan seseorang untuk bertindak, yaitu LIKE dan DISLIKE. Setelah bincang santai dengan Supervisor sebuah perusahaan farmasi terkenal di Indonesia beberapa bulan lalu, terpikir juga untuk membagi hasil pembicaraan tersebut melalui blog Kepemimpinan ini :D .

Jika anda sebagai Pemimpin didalam organisasi cinta senang (Like) dengan seseorang (sebut saja carin) didalam organisasi entah karena prestasi atau orang tersebut dapat diandalkan, maka kesalahan sebesar apapun yang telah diperbuat akan dapat dipertimbangkan kembali dan dicarikan alasan untuk dimaklumi :( , sebaliknya jika Dislike sudah “dicapkan ke jidat” seorang dari organisasi, maka ide yang sedemikian spektakuler pun akan menjadi giring garing di hadapan anda :(

Jadi, berpikir dan bertindaklah  obyektif, bukan subyektif (Like dan Dislike) agar kinerja team anda menjadi semakin spektakuler.

Ps:
Dalam perhitungan pendapatan, bukan nominalnya yang diperhatikan, tetapi berapa prosentase laba bersihnya.

Dalam perhitungan kemajuan keuangan organisasi, bukan prosentase laba bersih yang diperhatikan, tetapi berapa prosentasi yang benar-benar dapat “ditabung”.

Salam,
Iso

7 Responses to “Tips Menjadi Pemimpin Handal 13”

  1. hendra surtyanto said

    Ya saya kira say setuju dengan hal ini, memang kita semestinya mengedepankan obyektivitas.

  2. OJI said

    benar sekali apa yang disampaikan sangat bermanfaat………

  3. teja hardy said

    “Dalam perhitungan kemajuan keuangan organisasi, bukan prosentase laba bersih yang diperhatikan, tetapi berapa prosentasi yang benar-benar dapat “ditabung”.”

    saya kurang mengerti bagian yang ditabung itu… mohon penjelasannya.. terimakasih

  4. jimgun said

    Dengan rendah hati,

    Maksud saya, dalam istilah keuangan ada laba bersih, biasanya laba bersih inilah yang menjadi patokan apakah suatu organisasi tersebut tergolong berhasil atau tidak? Biasanya laba bersih tersebut akan di pakai untuk anggaran periode berikutnya, nah jika anggaran berikutnya itu memakan sebagian besar atau keseluruhan dari laba bersih berarti dana yang benar-benar disimpan sebagai modal perusahaan akan berkurang.

    Oleh sebab itu, yang saya maksud adalah, kemajuan organisasi sebenarnya dilihat dari ‘dana (laba bersih) yang benar-benar dapat disimpan sebagai pertambahan modal bukan laba bersih yang nantinya akan dibelanjakan kembali’ :D

    Semoga semakin jelas, terima kasih atas pertanyaannya,
    salam,
    jimgun

  5. [...] Teratas KepemimpinanTips Menjadi Pemimpin Handal 13Tips Menjadi Pemimpin Handal 12Tips Sukses Berkomunikasi 05Tips Sukses Berkomunikasi 04Contoh nyata [...]

  6. teja hardy said

    terima kasih penjelasannya

  7. Dion said

    bagus2 bung, tulisan Bung sungguh membantu saya. Ini memang kehendak dari Sang Khalik saya bisa sampai disini, saya betul2 terbantu dari tulisan2 anda. Terimakasih, tulis terus, blog anda saya bookmarks. Semoga kelak bangsa Indonesia bisa melahirkan banyak pemimpin2 yang baik dan lurus, ini adalah satu jalan keluar. Tulis terus, dan coba tulis jauh lebih baik lagi dari ini.

    Salam sejahtera.

Comments are closed.