Masih berkaitan dengan artikel saya mengenai masalah internal (tips menjadi pemimpin handal 06) dalam organisasi, artikel kepemimpinan kali ini kembali menyoroti tentang “masalah internal” sebagai fenomena yang benar – benar harus diperhatikan oleh para Pemimpin dalam organisasi.

Mengapa demikian? Seberapa jauh pengaruhnya terhadap organisasi ? Berikut kira-kira analogi ”masalah internal” di dunia sehari – hari :

Kebanyakan orang pasti pernah mengalami sakit maag (nyeri lambung) karena jadwal makan yang rutin semrawut atau lambungnya memang agak sensitif😦 .

Berikut adalah tahapan – tahapan terjadinya sakit maag (paling tidak ini pengalaman saya pribadi😀 ) :

  1. Perut terasa lapar.
  2. Perut terasa semakin lapar.
  3. Di tengah – tengah badai kelaparan, tiba – tiba rasa lapar mereda perlahan-lahan. Kata dokter sih hal ini terjadi karena asam lambung mengambil lemak dalam tubuh untuk dibakar.😀
  4. Tidak lama kemudian, mulailah rasa perih menyerang secara perlahan menggantikan serangan rasa lapar yang dirasakan sebelumnya.
  5. Perlahan tapi pasti, rasa perih terasa semakin kuat. Dan tahap inilah yang disebut sakit maag (nyeri lambung). Jadi ingat waktu itu😦
  6. Yang anda perlukan ditahap ini adalah obat / makanan / dokter untuk menetralisir sakit maag anda.
    • Jika masih tidak diobati, maka resiko kematian berada di depan mata.
    • Jika seandainya diobati dan sembuh pun, sakit maag lebih mudah menyerang orang-orang yang pernah mengalaminya.

Lalu apa kaitannya dengan masalah internal. Berikut “terjemahan” 6 langkah diatas yang menggambarkan masalah internal dalam organisasi :

  1. Rasa lapar menggambarkan bahwa setiap follower (baca: pengikut / bawahan dari seorang Pemimpin) pasti “lapar”, butuh, mengharapkan “makanan” (perhatian atau dukungan) dari Pemimpin organisasi.
    Makanantersebut bisa berupa : obrolan santai (mis: pujian, bertanya kondisi kesehatan, bercanda, rekreasi bersama, ucapan ulang tahun, ucapan hari raya, dan lain sebagainya).
  2. Rasa semakin lapar = Pemimpin tidak jarang memberikan “makanan secukupnya (seperti yang saya sebutkan pada no 1 diatas)”, sehingga secara alamiah follower anda semakin membutuhkan / mengharapkan perhatian anda sebagai Pemimpin mereka.
  3. Rasa lapar mereda = Harapan akan perhatian dari Pemimpin perlahan mereda. Lalu timbul benih – benih kekecewaan di hati mereka.
  4. Rasa perih = Kekecewaan akan bertumbuh menjadi besar dan menumpuk sehingga akibatnya timbul rasa frustasi dari follower. Tahap ini biasanya terjadi dalam waktu yang cukup lama singkat.
  5. Perlahan tapi pasti, rasa kekecewaan tersebut berubah menjadi sakit maag hati. Tahap ini adalah awal dari masalah internal dalam organisasi.
  6. Obat, makanan atau dokter yang Follower anda perlukan adalah kesediaan Pemimpin untuk kembali memberikan “makanan secukupnya (seperti yang sebutkan pada no 1)”. Hanya Pemimpin sejati yang dapat melakukan hal ini. Karena mereka tidak mementingkan gengsi kepemimpinan. Tetapi sayangnya jumlah Pemimpin sejati tidaklah sebanyak Pimpinan😦 .
    • Jika seorang Pemimpin masih saja cuek atau memang tidak mengetahui masalah internal organisasinya. Maka resiko turn over, atau kata orang militer kudeta 😀 mengancam di depan mata.
    • Meskipun seandainya masalah internal berhasil di redakan. Maka “penyakit organisasi” serupa akan lebih gampang muncul untuk kedua kali dan seterusnya daripada yang pertama kalinya.

Bukankah kata dokter Mencegah lebih baik daripada Mengobati😀 . Jadi mulailah mengidentifikasi masalah internal organisasi anda sebelum semuanya terlambat😀

Salam,
Iso