Semakin ketatnya kompetisi antar organisasi (dibidang apapun, mis: perdagangan, pendidikan, perbankan, politik, dan lain sebagainya) untuk memberikan yang terbaik bagi pelanggan, diharapkan masing-masing organisasi dapat memacu prestasi dan kreativitas sehingga produk – produk yang ditawarkan menjadi lebih bervariasi, lebih banyak pilihan, lebih berkualitas, murah, cepat dan sebagainya.

Mengapa demikian?

Karena dalam kompetisi, orang tidak boleh lengah. Sekali saja dia lengah maka ia dapat dikalahkan sewaktu – waktu (tidak peduli seberapa kuat organisasinya)😦 .

Untuk itu setiap organisasi wajib untuk terus hidup dalam inovasi, mencari celah atau
peluang agar dapat “survive” dalam kompetisi. Sebagai Pemimpin, kita perlu mengajak anggota (follower) organisasi untuk berbenah diri dan merubah cara berpikir yang “usang”, karena masalah hari ini belum tentu bisa diselesaikan dengan solusi kemarin.

Sebagai contoh: Coba lihat hypermarket-hypermarket yang mulai bermunculan di kota-kota besar, ia berfungsi untuk menggantikan melengkapi keberadaan pasar tradisional dengan menawarkan konsep belanja yang berbeda (nyaman, tidak becek, sejuk, aman, harga grosir dan lain sebagainya). Mengapa demikian, karena mereka (para pemimpin hypermarket) sadar bahwa mereka harus berubah untuk dapat menangkap peluang yang ada.

Di lain pihak, saya pernah berdiskusi dengan pemilik usaha pangkalan minyak tanah tentang Perubahan. Inilah pertanyaan saya: “mengapa tidak sekalian melengkapi barang dagangan anda dengan elpiji? mengingat pemerintah juga sudah mulai menggalakkan pemakaian elpiji. Hitung – hitung persiapan masa transisi dari minyak tanah ke elpiji dan cari pelanggan elpiji. Ya jaga-jaga jika seandainya, minyak tanah sudah jadi barang langka”.

Dan beginilah kurang lebih jawaban dari pengusaha pangkalan minyak tanah tersebut :
“Belum waktunya kita jual elpiji. Warga disini lebih senang menggunakan minyak tanah. Lagian bisa-bisa tambah repot dan rumit apalagi belum tentu laku”.

Memang benar, perubahan memerlukan pengorbanan bahkan penderitaan😀 . Perubahan seolah-olah menjadi momok yang menakutkan bagi orang – orang dengan pikiran “usang”. Disinilah peranan penting seorang PEMIMPIN. Ia harus dapat menjadi motor penggerak perubahan. Untuk melakukan perubahan, pertama kali yang harus dikerjakan oleh Pemimpin adalah “mencuci pikiran-pikiran usang” dengan pikiran-pikiran “baru”, dan ini saya kira bukan pekerjaan yang mudah😀 .

Perubahan sendiri menuntut adanya 5 faktor sekaligus :

  1. Visi
  2. Ketrampilan
  3. Insentif
  4. Sumber Daya
  5. Rencana untuk bertindak

Nb: Keterangan detail tentang ke-5 faktor diatas dapat anda baca melalui buku Re-Code Your Change DNA – Rhenald Kasali.

Jika dari 5 faktor diatas, ada salah satu saja faktor yang lemah, maka hal tersebut akan dapat memperlambat perubahan yang anda motori😦 . Jadi renungkan dan rencanakan baik-baik 5 faktor diatas, karena Perubahan bagaikan pisau bermata dua😀 , ia bisa membangun😀 (tentu ini yang diharapkan) atau justru menghancurkan😦 (ini terjadi jika anda menganggap remeh 5 faktor diatas).

Bagaimana dengan organisasi anda, sudah siapkah anda (sebagai Pemimpin) dalam menghadapi Perubahan dari pesaing anda? Sudah siapkah anda untuk berkompetisi?

Salam,
Iso

– Diolah dari Re-Code Your Change DNA – Rhenald Kasali